Senin, 19 Maret 2018

MENINGKATKAN RASA CINTA BERBAHASA INDONESIA PADA KALANGAN GENERASI MUDA



ABSTRAK

Kalangan generasi muda sekarang ini sudah mulai luntur terhadap rasa cinta berbahasa Indonesia. Rendahnya nilai-nilai tersebut dikarenakan pengaruh negatif budaya barat yang masuk di Indonesia. Mereka merasa asing terhadap bahasa nasionalnya sendiri yaitu bahasa Indonesia karena enggan menggunakan  dalam  percakapan  atau  berbicara  pada kesehariannya, terutama di lingkungannya. Keterasingan berbicara bahasa Indonesia ini karena tidak adanya aturan yang mengikat  dalam  penggunaanya. Penyebab utama luntur rasa cinta Indonesia adalah nilai-nilai pancasila hanya dijadikan sebagai sejarah saja. Mayoritas warga negara Indonesia hanya sekedar menghafal pancasila, tidak banyak yang mengamalkan nilai-nilai pancasila yang diterapkan pada kehidupan sehari-hari.  Bahkan  guru  sebagai  pendidikpun  enggan  melakukannya.  Maka  perlu  adanya rasa cinta berbahasa Indonesia pada generasi muda. Sungguh ini merupakan penghargaan yang sangat besar bagi bangsa dalam melestarikan dan mengembangkan bahasa Indonesia.


Kata kunci: Bahasa Indonesia, generasi muda, rasa cinta Indonesia



ABSTRACT

Among the young generation is now beginning to fade away the love of Indonesia's homeland. The low values ​​are due to the negative influence of western culture that enters in Indonesia. They feel unfamiliar with their own national language that is Indonesian because they are reluctant to use in conversation or talk on their daily, especially in their environment. This alienation speaks Indonesian because there are no binding rules in its use. The main cause of the faded sense of love Indonesia is the values ​​of Pancasila only serve as history only. The majority of Indonesian citizens just memorize Pancasila, not many practice pancasila values ​​applied to everyday life. Even teachers as educators are reluctant to do so. So the need for a strategy to grow a sense of love in Bahasa Indonesia. Indeed this is a great appreciation for the nation in preserving and developing the Indonesian language.


Keywords: Indonesian, young generation, love Indonesian



PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa. Menggunakan bahasa Indonesia berarti memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi kepada NKRI. Penggunaan bahasa Indonesia harus dilakukan gerakan secara nasional karena dengan bahasa Indonesia telah memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hal ini selaras dengan salah satu butir isi sumpah pemuda 1928 “…kami putra dan putri Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia”. Cinta tanah air juga bentuk suatu kasih sayang dan kecintaan kita terhadap tanah kelahiran kita.

Cinta terhadap tanah air termasuk rela berkorban demi Negara. Kita sebagai warga negara Indonesia harus cinta dan bangga kepada bahasa Indonesia. Cinta terhadap bahasa Indonesia artinya harus mengenal, memahami, dan menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Generasi muda sekarang ini selalu menggunakan bahasa gaul atau bahasa yang kebarat-baratan yang tidak sesuai dengan EYD. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa negara.

Namun pada perkembangan zaman semakin modern seperti sekarang ini, arus budaya dari luar atau globalisasi sudah banyak masuk ke dalam budaya Indonesia. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari remaja yang sudah kecanduan budaya Korea biasanya mulai menggunakan bahasa Korea misalnya Eonni (Kakak). Ataupun keseharian generasi sekarang ini sudah hafal lagu-lagu bahasa Inggris. Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang asing bagi kalangan generasi muda saat ini. Para remaja lebih bangga bila hafal bahasa dari negara lain daripada bahasa Indonesia.


B. Tujuan

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana meningkatkan rasa cinta berbahasa Indonesia pada kalangan generasi muda masa kini, strategi apa saja yang bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia untuk tidak mengikuti arus globalisasi, untuk menanamkan kembali sikap cinta rasa nasionalisme agar penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar serta dengan rasa bangga makin menjangkau seluruh lapisan masyarakat terutama pada kalangan generasi muda.

Dengan memiliki rasa bangga terhadap bahasa sendiri pada generasi muda dapat digunakan sebagai modal pembangunan di segala bidang. Bahasa memiliki multifungsi pada diri seseorang untuk mengembangkan sumber daya yang dimilikinya. Seperti diketahui bersama, saat ini penggunaan bahasa Indonesia yang baik, benar, dan santun sulit ditemui. Selain banyaknya bahasa daerah di Indonesia, faktor lain terhadap bahasa Indonesia menjadi salah satunya. Di samping itu, rasa bangga terhadap bahasa asing masih cukup kuat dikalangan generasi muda.


KAJIAN PUSTAKA

            Bahasa Indonesia diakui keberadaannya pada saat Sumpah Pemuda 1928. Dalam buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi menyebutkan bahwa para pemuda yang menjadi pendiri bangsa dan negara Indonesia pada waktu itu sudah mengucapakan sumpahnya. Lalu resmilah namanya dari bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia. Bahasa Melayu memang sudah dipakai sebagai bahasa yang internasional sebelum tercetusnya Sumpah Pemuda. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai lambang kebanggaan nasional, identitas nasional, alat pemersatu masyarakat. Selain sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa Negara. Karena hal tersebut sudah tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 Bab XV yang berisi “Bahasa Negara adalah bahasa Indonesia.”

            Pada buku Strategi Pembelajaran Bahasa menyebutkan bahwa pengajaran berbahasa Indonesia pada generasi muda cukup sulit. Kebiasan yang berasal dari proses peniruan bahasa asing. Apabila melihat contoh perkembangan bahasa Indonesia, banyak masyarakat khususnya generasi muda menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Sekalipun bahasa pertama dari masyarakat tersebut adalah bahasa daerah yang ada di Indonesia. Namun, karena bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara, maka penguasaan yang optimal perlu diusahakan.

            Sejalan dengan majunya perkembangan globalisasi, khususnya pemanfaatan bahasa asing. Bahasa asing pada generasi muda ini sudah melekat dan terus bertambah sesuai dengan tuntutan perkembangan ke arah kehidupan dan peradaban modern. Dalam buku Pengindonesiaan Kata dan Lingkungan Asing menyebutkan bahwa kata-kata dari bahasa asing memang tidak dapat dihindari dari permodernan bahasa Indonesia. Pengungkapan dalam kata-kata asing bagi gagasan dan pikiran yang dapat dinyatakan dalam bahasa Indonesia akan menghambat bahasa Indonesia, menggoyahkan fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia, serta mencemari jati diri bangsa Indonesia. Sebaiknya, belajar mencintai bahasa nasionalnya dan belajar memakai dengan kebanggaan dan kesetiaan. Sikap seperti itulah yang membuat orang Indonesia berdiri tegak di dunia ini, walaupun dilanda arus globalisasi.


PEMBAHASAN


A. Analisis

Bahasa merupakan alat komunikasi yang menyatakan segala sesuatu yang tersirat dalam diri kita. Ada satu fungsi komunikasi yang menjadi sangat berpengaruh, yaitu bahasa sebagai alat pemersatu bangsa. Karena pada kenyataannya, hampir semua penduduk di Indonesia mengerti bahasa Indonesia. Sumpah Pemuda 1928 menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Sebagai bahasa persatuan, penting bagi generasi muda untuk menjunjung tinggi bahasa Indonesia dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia.

Globalisasi adalah suatu proses yang menyeluruh atau mendunia dimana setiap orang tidak terikat oleh negara atau batas-batas wilayah, artinya setiap individu dapat terhubung dan saling bertukar informasi dimanapun dan kapanpun melalui media elektronik maupun cetak. Pengertian globalisasi menurut bahasa yaitu suatu proses yang mendunia. Globalisasi dapat menjadikan suatu negara lebih kecil karena kemudahan komunikasi antarnegara dalam berbagai bidang seperti pertukaran informasi dan perdagangan. Mengingat kenyataan sekarang ini banyak di kalangan generasi muda sekarang yang sudah mulai luntur rasa cinta terhadap Indonesia. Rendahnya nilai-nilai cinta tanah air tersebut dikarenakan pengaruh negatif budaya barat yang masuk di Indonesia. Pengaruh globalisasi terhadap generasi muda ini sangat kuat. Hal ini membuat banyak generasi muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Anak muda sekarang kurang baik dalam menggunakan bahasa Indonesia karena ada bahasa lain. Misalnya, adanya bahasa asing. Generasi muda masa kini lebih memilih untuk berinteraksi dengan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia seperti bahasa Inggris, bahasa Korea. Sehingga anggapan mereka bahasa asing itu lebih keren dan menarik daripada bahasa Indonesia. Dengan begitu, mereka lebih merasa lebih pintar dan terlihat lebih mengikuti era globalisasi. Adanya bahasa yang kekinian juga membuat bahasa Indonesia menjadi hancur. Bahasa Indonesia mereka tercemar oleh bahasa gaul atau bahasa Indonesia yang kurang baik.

Dunia pendidikan dewasa ini menghadapi berbagai masalah yang kompleks, yang perlu mendapat perhatian. Salah satu masalah tersebut adalah menurunnya nilai-nilai nasionalisme. Lembaga pendidikan juga lebih merasa  bangga  bila  dapat  mengembangkan  bahasa  asing lebih maju daripada mengembangkan  bahasa Indonesia. Padahal   bahasa   resmi   yang  digunakan  pada  pendidikan  adalah  bahasa Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dalam segala ucapan, sikap, dan perilakunya mencerminkan karakter yang baik. Pembelajaran sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa pada anak muda sekarang bukanlah hal mudah untuk dilaksanakan, akan tetapi bisa dilakukan bagi para guru di sekolah jika memilki komitmen untuk mengembangkan bahasa Indonesia. Tentu hal itu tidaklah mudah, karena pembelajaran bukanlah sekadar memindahkan ilmu pengetahuan tentang kebahasaan kepada siswa, akan tetapi penumbuhan sikap dan keterampilan berbahasa Indonesia Adapun untuk meningkatkan kecintaan berbahasa Indonesia pada generasi muda adalah dengan cara:
1. Mengapresiasi penggunaan bahasa yang baik oleh anak muda dan memperkenalkan keindahan Bahasa Indonesia di luar sisi mekanisnya.
2. Meningkatkan rasa kebanggaan memiliki dan menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai keperluan.
3. Menghindari penggunaan bahasa asing secara berlebihan. Karena untuk menghindari gangguan terhadap kelancaran komunikasi.
4. Memberi ruang imajinasi seluas-luasnya bagi generasi muda untuk bermain bahasa.
5. Upaya   membiasakan  berbahasa  Indonesia  dalam berbicara pada  saat   terjadinya   interaksi.
Dalam rangka meningkatkan rasa cinta berbahasa Indonesia pada kalangan generasi muda ini kita juga harus membentuk dan menumbuhkan kembali rasa nasionalisme serta karakter bangsa bagi generasi muda. Bahasa Indonesia dapat direalisasikan dalam situasi dan kondisi apapun seperti dalam kegiatan belajar mengajar, pergaulan di lingkungan rumah untuk meningkatkan rasa cinta berbahasa dan akan mengangkat harkat martabat bahasa Indonesia daripada bahasa asing yang saat ini lebih sering digunakan oleh kalangan generasi muda. Cara meningkatkan rasa cinta terhadap Indonesia dalam kaitannya dengan kebahasaan adalah menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.


B. Data

Indonesia memiliki peluang untuk memperluas penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional, terlebih bahasa Indonesia memiliki penutur asli terbesar kelima di dunia, yaitu sebanyak 4.463.950 orang yang tersebar di luar negeri. Dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia setelah RRC, India, dan Amerika Serikat, bahasa Indonesia memiliki jumlah penutur yang besar pula sebagai penutur asli walaupun tidak semua penutur tersebut memahami bahasa Indonesia yang baik, benar, dan santun. Oleh karena itu, bahasa Indonesia berpotensi menjadi

bahasa Internasional sesuai dengan syarat suatu bahasa menjadi bahasa Internasional, yakni:

(1) Memiliki banyak jumlah penutur

(2) Mudah dipelajari

(3) Menunjukkan keluhuran budi dan budaya penuturnya

(4) Digunakan dalam diplomasi dan perdagangan internasional

(5) Berperan dalam penyebaran ilmu pengetahuan

(6) Pemiliknya mempunyai rasa percaya diri dan peduli terhadap bahasanya

Terdapat 52 negara di dunia telah menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu program pembelajaran di sekolah. Negara-negara tersebut diantaranya: Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Belanda, Australia, Jepang, Thailan, Vietnam, dan lain-lainnya. Oleh karena itu, sebagai warga negara Indonesia khususnya para generasi muda perlu memikirkan langlah-langkah nyata untuk menyikapi peluang tersebut. Meningkatkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia yang dibentuk oleh sejarah pada generasi muda diharapkan akan mampu menumbuhkan sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Dengan memiliki rasa bangga terhadap bahasa Indonesia, generasi muda dapat mengapresiasi bahasa Indonesia yang akan membentuk nilai moral dalam diri sehingga terbentuk karakter yang kuat.


PENUTUP

         A.   Kesimpulan

Kesiapan dan peran nyata bahasa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara memerlukan pemantapan rasa kecintaan dan rasa kebanggaan memiliki bahasa Indonesia. Rasa kebanggaan memiliki bahasa Indonesia terikat erat dengan pencerminan dan perwujudan cinta tanah air, cinta budaya Indonesia, serta cinta terhadap keseluruhan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat dan berbangsa Indonesia.

Dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar kita akan terlihat lebih berpendidikan dan lebih berwibawa karena memperlihatkan identitas kita sebagai bangsa Indonesia yang mencintai bahasanya sendiri. Kita harus bisa meningkatkan rasa cinta terhadap Bahasa Indonesia sehingga rasa nasionalisme seluruh generasi Indonesia juga akan semakin meningkat. Dengan hal tersebut, kita bisa mengembangkan Bahasa Indonesia ke arah yang positif serta ke arah yang lebih baik lagi terutama dalam era globalisasi saat ini.


     B. Saran
Kita sebagai generasi muda Indonesia, sudah sepatutnya dengan bangga menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, bukan dengan gaya bicara yang kebarat-baratan agar dianggap kekinian atau gaul. Dengan demikian, kita bertugas untuk melestarikan dan menjaga penggunaan bahasa Indonesia, dengan cara menggunakannya dalam percakapan sehari-hari dan menumbuhkan kembali nasionalisme pada generasi mudayang sudah mulai memudar akibat pengaruh adanya globalisasi.
DAFTAR PUSTAKA

Bahtiar, Ahmad. 2014. Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Bogor: In Media

Sugono, Dendy dkk. 2003. Pengindonesiaan kata dan ungkapan asing. Jakarta: Pusat Bahasa

Sunaendar, Dadang dan Iskandar. 2015. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakaya

https://nurkhakimtegal.wordpress.com/my-word/makalah/membiasakan-keterampilan-berbicara-bahasa-indonesia/ diakses pada 4 Desember 2017

http://noviandyputransyah.blogspot.co.id/2014/04/menumbuhkan-rasa-cinta-terhadap-tanah.html diakses pada 4 Desember 2017

https://andracaus.wordpress.com/2014/06/30/kecintaan-kita-terhadap-tanah-air-indonesia/ diakses pada 4 Desember 2017



Pagiku kesiangan

Aku sering melewatkan mentari fajar. Padahal ia adalah sebenar-benarnya waktu pemberi semangat. Embunpun masih memeluk rumput. Diskusi kita melulu soal senja. Seakan, mentari fajar tak bernilai apa-apa. Ada apa dibalik senja? Kenapa semua orang sibuk tentang senja? Memotret dan membubuhkan kalimat puitis tentangnya. Padahal  mentari fajar lebih menyenangkan. Senja itu hanya mengantarkan kedalam gelapnya malam. Sedangkan fajar, selalu membawa menuju hari-hari yang cerah dan penuh kebahagiaan. Tapi memang senja bisa kita kisahkan. tentang lelahnya hari ini, tentang waktu yang aku habiskan. Aku bukanlah penikmat senja.  Karna setelah senja datang, gelap sepinya malam seakan menyelimutiku hingga fajar kembali menyapa. Dan kali ini aku tahu kenapa senja lebih banyak dikagumi daripada fajar. Karna perpisahan lebih melekat daripada pertemuan.


Rabu, 23 Agustus 2017

/Kamu/


Seseorang yang membuat aku tahu apa rasanya dibutuhkan. Memberi aku pasokan energi bernama keistimewaan. Untuk pertama kali aku merasakan demikian.

/Untukmu/

Terima kasih telah menerimaku pada bagian mana pun. Sanggup menerima ungkapan orang lain tentang kamu yang memilihku, dengan bersedia menjadikan aku satu-satunya.

/Padamu/

aku terjatuh. Jatuh pada bagian indah yang berat untuk aku katakan. Begitu indahnya, hingga aku mendadak lupa bagaimana caranya bernapas dan mengerjap.

/Karenamu/

Ada bagian dalam doa aku yang bertambah. Sesekali merengek agar dikabulkan, tak jarang pula aku merayu-Nya hanya karena aku terlalu egois. Egois untuk mendapatkanmu lebih lama dari selamanya.

/Dan kamu/

Sanggup membuatku terbang kemudian terjatuh. Sanggup mengubah bahagiaku menjadi sedih tak berujung. Sanggup menginterupsi semua pikiran positif saya menjadi teramat negatif. Hanya karena apa? Ya, hanya karena aku takut kehilangan kamu yang sudah terlanjur terpahat di dalam.

/Kemudian, harapku/

Teruslah pada posisi di mana aku menjadi pentingmu. Karena aku, akan selalu menangis jika kamu berubah, membiarkan setiap bantal basah hanya karena takut kehilanganmu.

/Inginku, padamu/

Teruslah di sini, bersamaku.

/Asaku/

Tahu apa yang menyebalkan dari jatuh cinta? Itu adalah rasa takut kehilangan. Maka, hilangkan rasa takut itu dengan kamu yang tetap ada bersamaku.


-Dedikasi untukmu. Terima kasih telah membuat setiap rangkaian kataku menjadi bernyawa.

Selasa, 05 Juli 2016

Tanpa judul

Malam masi berganti menjadi pagi. kemudian siang berganti malam kembali, bersama aku ditepian rindu yang terus mencintaimu. Malam masih membutuhkan cahaya bintang untuk menerangi kegelapan. dan aku... aku masi meembutuhkan kamu untuk penguat langkahku. Saat malam, bulan enggan menerangi bumi seorang diri . Begitu juga dengan aku, aku enggan untuk berjalan sendiri setelah semua terlewat teramat manis. Tuhan mmberikan bertubi tubi kebahagiaan yang sempurna untukku. baik kamu maupun aku sama sama melimpahkan seluruh perhatian dan rasa sayang itu hingga detik ini. perasaan itu tidak pernah memudar meski hanya sekecil butiran pasir.

Perasaan ini masih utuh, sangat utuh. Meski banyak hal yang menyebabkan aku dan kamu tergoyah untuk bertahan , tapi itu tak lantas membuatku lelah untuk melalui nya bersamamu. Siapa yang tau dan siapa yang menyangka kita punya perasaan sedalam ini? memiliki rasa rindu yang begitu menghanyutkan aku dan kamu. Aku tidak pernah tau dan menduga sebelumnya. Kamu, selalu ada untukku, menemaniku, menjagaku dengan perhatianmu menyangiku dengan cintamu. Terus memiliki takkan lelah untuk bersama dan meraih mimpi kita berdua.

hmm..

Kehadiranmu mampu menjadi pelangi ketika hujan telah usai. Aku percaya, tuhan merasakan apa yang aku rasakan. Dalam hati yang dalam aku bertanya apa arti semua ini? Mengapa tuhan mempertemukan kita yang saling menyayangi, saling merasakan kenyamanan dan kebahagiaan.. Tuhan mengerti rasa aku yang begitu takut kehilangan mu.

(bersambung dulu ya laptop nya mau mati)

Kamis, 27 November 2014

Dari pelukis kebahagiaan; aku.

Will you do it to someone who truly you loved the most?

Musim hujan? Saat hujan membasahi tanah, aroma itu yang selalu disukai oleh kebanyakan orang. Tidak denganku. Aku akan bermain hujan sendirian, mengumpat dan menitipkan tangis agar aku mampu tersenyum saat hujan itu selesai. Saat bintang bermunculan, langit itu yang selalu ditatap oleh orang lain. Tidak denganku. Aku akan menitipkan rasa rindu yang membuncah disela-sela hirupan nafasku pada si bintang jatuh, agar saat aku membuka mataku aku mampu tersenyum dan kembali seperti biasa. Saat musik mengalun indah, irama kenangan membabi buta setiap perasaan seseorang yang mendengarkannya. Tidak denganku. Aku hanya bermain dengan noktah bait lagu dan menuliskannya disela-sela tulisanku.. Ya begitulah aku menitipkan hembusan rindu yang menggebu.

Aku tau, aku bukan orang yang sempurna tapi pasti ‘setiap orang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain’, ya begitulah aku. Aku tidak akan panjang lebar membicarakan tentang diriku, aku hanya suka dengan aku yang ceria seperti ini. Tiba-tiba saja, tatapan hangat itu membuatku tersenyum sipu, aku tak pernah habis fikir bisa jatuh ke dalam lubang yang penuh warna; lubang yang mampu membawaku dengan cepat menyeretku masuk ke dalam indahnya senyuman masa kini; senyuman yang nyaris memotong urat nadiku. Hihihi.. :p

Senyuman itu menyadarkanku. Aku mengerti, dunia ini begitu indah. Indah saat aku berani tersenyum dalam keadaan suka maupun duka. Apapun kondisiku, aku memiliki Tuhan yang begitu mencintaiku.

Karena untuk itu, cintai aku. aku dalam setiap diammu. aku dalam setiap doamu. aku dalam setiap hembusanmu. Dan jangan perdaya aku dengan katamu. Tunjukkan aku dengan aksi hebatmu yang selalu aku tau.

Love me like today is the end of the world
Love me like today is the end of the world
Love me like today is the end of the world


At least, everyone want it so badly. Cheers.

Rabu, 26 Desember 2012

Rindu


Hello bloca...

Long time no post here. Did you miss me? You should to miss me.
How's your day, dear? Beautiful? Uhm.. I hope so..
I just want to share what I think and I feel inside. I just want to be who I am. No matter what. I will used to bahasa, no english here today :p
Saat aku tiba-tiba teringat dengan kenangan yang selalu tersimpan, merasa merindukan hal-hal yang sepertinya tidak dirindukan oleh orang lain. Saat orang lain menyepelekan hal-hal tersebut, aku hanya bisa tersenyum. Saat itu pula aku memiliki semangat baru yang tidak dimiliki oleh orang lain. Saat itu pula, aku tersenyum manis.. mengingat setiap hal kecil yang sempat aku lalui saat bersamamu. Manis...tapi miris..
Aku menutup mataku lalu memahami apa yang aku fikirkan dan menerjemahkan setiap kata yang tak mampu aku pahami. Memahami hati yang sudah lama beristirahat, tidak terluka. Aku tersenyum. Melihat ke sekitarku, menjamah sebuah pulpen lalu mengais masa lalu lewat coretan yang tak berarti. AKU LUPA. Aku sudah berdiri ditempat yang berbeda, tidak disitu lagi. Aku bangkit dan berlalu..
Aku menutup lembar demi lembar kertas yang telah aku coret-coret. Lalu aku merenung, 'Apakah itu cinta?’ 'Allah knows what the best for me'. Terkesima dan menatap jalanan yang dibasahi oleh rintik hujan..  Basahan air hujan itu mengingatkanku tentang beberapa hal. Membuatku terlena tentang masa lalu, aku  kembali tertunduk. Berfikir apa yang harus aku lakukan. Lalu aku tersenyum dan hatiku berkata, 'Aku lemah jika aku terombang-ambing oleh masa lalu.
 Sepertinya lagi dan lagi. Aku teringat sebuah senyuman yang tak pernah pudar dari ingatankuAku merindukan pelukan hangat . Pelukan yang sulit aku dapatkan dari siapapun. Dia yang begitu dingin ketika aku lihat dan begitu hangat ketika berada disampingnya. Entahlah.. Perasaanku campur aduk disini. Oh ya, seketika aku ingat tentang beberapa hal. Tiba-tiba saja aku teringat tentang mu. Oke ini random tapi penting.
Sampai jumpa di posing selajutnya :-)

Selasa, 05 Juni 2012

Tuhan Aku Menyesal! Bolehkah Aku dilahirkan kembali?



Aline Clarisa. Aku adalah gadis cantik dengan hidung mancung dan bermata coklat sebagai penyempurna kecantikanku. Aku dibesarkan ditengah-tengah keluarga yang harmonis dan berkecukupan. Aku satu satunya anak dari mereka. Karena keluarga juga, aku menjadi seorang yang berprestasi dari sekolah dasar. Sekarang akupun masih kelas 1 SMA. Intinya aku adalah gadis yang beruntung karna aku memiliki semua kesempurnaan itu.

Kehidupan itu tak berjalan selamanya. Kehancuran itu berawal dari pertengkaran hebat antara mama dan papa ku di setiap suatu malam.
“Aku seperti ini karna kau dan Aline. Dan sekarang kau tuduh aku berselingkuh? Dimana otakmu?”. Bentak papah
“Jadi siapa perempuan itu?? Apa itu yang namanya tidak berselingkuh?” Kata mamah.Ddduaaaar…Papa melakukannya tepat di depan mata kepalaku. Tangan itu yang biasanya melindungiku dan mama, kini malah menampar wajah mama. Aku hanya menangis.Terus menangis..  Aku berusaha berteriak, namun suara ini tertahan untuk keluar. Berbulan-bulan aku hidup berdampingan dengan kejadian hebat ini. Dan selama itu aku selalu berharap agar kejadian gila itu segera berakhir.


Kejadian itu berakhir dengan persidangan cerai. Aku benci ini. Bahkan sangat membencinya. Hilang sudah keluarga yang selalu aku banggakan selama ini.

“Lebih baik aku kerumah nenek saja”! Malam pun tiba aku tak bisa tertidur, aku sangat merindukan sosok kedua orangtuaku, tanpa terasa air mataku pun mulai membasahi pipiku, dan rasa sakit mulai mewarnai lamunanku. Aku duduk diteras rumah nenek. Termenung..Saat aku benar-benar berada dalam rasa rindu kepada papa dan mama yang amat sangat, yang juga diselimuti rasa sakit di kepalaku, sebuah suara terdengar yang juga membuyarkan lamunanku, aku cepat-cepat menghapus air mataku dan mengalihkan pandanganku ke arah suara tadi, terlihat sesosok cowok yang duduk disampingku “kamu belum tidur?” aku tak menjawab dan hanya menggelangkan kepala,”belum ngantuk?” aku menggelangkan kepala juga tanpa menjawab pertanyaannya lagi. “tidak bisa tidur ya?” tanyanya lagi, aku tersenyum dan kali ini aku hanya menjawabnya dengan singkat “Ya”. Dia terdiam, kemudian berdiri di dekat teras dimana aku termenung “aku tahu kamu merindukan keluargamu yang dulu, kanapa kamu tidak menghubungi salah satu dari mereka, biar aku yang berbicara pada mereka, mereka pasti khawatir” sebelum dia selesai bebicara aku memotong pembicaraanya “aku tak mempunyai keluarga!” dia terdiam merasa bersalah akan kata-katanya suasana hening sesaat “semua orang pasti mempunyai keluarga” dia pun mulai membuka pembicaraan “tapi aku tidak!!” jawabku singkat “aku yakin kamu mempunyai keluarga, meski mereka telah pisah mereka tetap orangtuamu” aku terdiam kata-katanya serasa menusuk hatiku “dari mana kamu tahu hal itu? Aku memang mempunyai keluarga tapi itu Dulu! sekarang keluarga ku hancur!aku sendiri disini.” suaraku semakin pelan dan semakin tak sanggup menahan air mataku. Dia terdiam tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari mulutnya “orangtuaku bercerai, saat aku memutuskan untuk tinggal bersama Nenek, baru dua bulan Nenekku meninggalkan aku untuk selamanya. Dan kini aku pun hidup sendiri tanpa keluarga!” air mataku mulai menetes, isak tangisku mulai keluar tak ada suara saat itu hanya suara tangisku yang ada. Beberapa menit berlalu saat tangisanku mulai reda dia pun berkata “bagaimana pun keadaan mereka, mereka tetaplah orangtuamu, kamu tetap anggap mereka ada jangan pernah kamu katakan kalau kamu tidak mempunyai keluarga” hatiku mulai terbuka, aku tersenyum dan menganggukan kepala. “sekarang kamu tidur ini sudah malam, kamu harus banyak istirahat agar sakitmu cepat sembuh” aku mengangguk, “maukah kau berjanji untuk ku” tanyanya. “janji apa?” “berjanji untuk selalu tersenyum mensyukuri semua yang ada, dan jangan pernah menganggap orangtuamu tak ada!” kata-katanya benar-benar membuatku merasa tenang “aku berjanji” aku pun memberikan janjiku itu dengan diikuti senyumanku. Tak lama itu mataku pun mulai tertidur.
Hari-hariku berjalan dengan kesunyian..Pagi yang biasanya hangat dengan gurauan mama dan papa, kini terasa hambar. Setiap pagi selalu sarapan dan berangkat sekolah sendiri. Terkadang ketika aku melihat temanku  yang diantar oleh ayah ataupun ibunya, tak tertahan rasanya membendung air mata ini. Sungguh aku sangat merindukan kehidupan seperti mereka. Bu Rini..Dia guru bahasa indonesiaku hari ini tidak hadir karna suaminya kecelakaan. Jadi, guru piket masuk ke kelasku untuk memberikan tugas.
“Ciptakan sebuah karangan yang menceritakan indahnya kehidupan keluarga kalian!” Ucap guru piket didepan kelas.

 Semua temanku langsung hanyut dalam kegiatannya. Tapi tidak denganku. Bagaimana mungkin aku akan menuliskan keluargaku yang telah hancur? Dan kali ini aku harus benar-benar mengarang.Menuliskan bahwa aku hidup di tengah keluarga yang harmonis dan saling menyayangi.

Hatiku berontak membaca kata-kata yang penuh kebohongan itu. Ku buang kertas itu, ku tulis kembali. dan kali ini aku tak ingin lagi mengarang. Dengan cepat ku tulis BERBULAN-BULAN AKU HIDUP DI TENGAH KELUARGA YANG PENUH KEKACAUAN.DAN KINI AKU MERINDUKAN KELUARGAKU WALAU AKU SANGAT MEMBENCINYA!’ Hanya menulis itu aku langsung menyerahkan karangan singkat kepada guru piket.

Tanpa ku sadari, Lucky ternyata membaca tulisanku. Dengan prihatin, ia menanyaiku dengan berbagai pertanyaan. Dengan rasa malu bercampur takut, ku jawab pertanyaannya satu persatu. aku telah menceritakan semua kisah pahit keluarga ku kepada dia.
“Tenang Aline. Aku tak akan menceritakan kepada orang lain tentang masalahmu Aku hanya ingin membantumu. Pakailah ini untuk menenangkan dirimu!”. Kata ia, sambil memberikan sebuah bungkusan kecil ke tanganku.
Malam harinya, ku pandangi bungkusan kecil itu.. Dengan rasa penasaran, ku buka bungkusan itu perlahan lahan. Seketika muncul bau yang mencuat ke seluruh kamarku. Ku hirup bau itu dalam-dalam. Lagi lagi dan lagi. Benar yang Lucky katakan. Tanpa ku sadari?Aku merasakan ketenangan karenanya. Dan sejak saat itu, narkotika menjadi bagian terpenting dalam hidupku.

Dari sanalah kedekatanku dengan Lucky berawal. Dan dari kedekatan itu timbul sebuah perasaan cinta untuknya.

Malam hari ia menelfonku, besok ia ingin mengajakku ke sebuah tempat. Pagi ini, aku bangun gak seperti hari biasanya. Mataku terbuka tanpa aku mendengar suara alarm handphoneku yang sebelumnya tak pernah nihil untuk membangunkanku tiap pagi dan kulihat handphone mungilku masih tergeletak di samping bantal. Namun kupikir itu gak jadi masalah, soalnya aku masih bisa bangun tepat waktu. Cepat-cepat kusingkapkan selimutku dan segera melipatnya dengan rapi dan akupun segera beranjak ke kamar mandi. “Sudah tampil cantik kah aku hari ini?” tanyaku sendiri dalam hati sambil berkaca. Tak lama kemudian.. “Aline, aline!” teriak diluar sana. “siapa yang memanggilku ya?” Hmm entahlah! Ku buka gerbang dan ku lihat, ya!dia ternyata lucky. Aku dan ia pergi bersama, ia ingin memberikan kejutan untukku. “kamu tutup mata sebentar ya line!” “untuk apa aku harus menutup mata?”jawab bingungku. “Lihatlah nanti!” aku berjalan, terus berjalan bersamanya! Sampai ditempat yang tidak aku tahu. Ku bertanya “bolehkah aku membuka mataku?” ia menjawab dengan lembutnya “Ya sekarang kamu boleh membuka matamu, aku hitung ya! 1…2…3” tanpa banyak bicara aku langsung membuka mataku! Duaarrr…. suasana disana masih sejuk pemandangannya begitu indah aku baru merasakan dan melihat alam seindah ini ucapku dalam hati. sebelum kemudian ia menoleh ke arahku. Bertanya,”sudah pernahkah kau kesini?”  “belum, tempat ini sangat indah..” Lucky menyatakan perasaan cinta kepadaku. Sungguh, kali pertamanya aku mendengar kalimat itu setelah kehancuran keluargaku. kata-kata itu tak pelak membuat jantungku bersalto. Berdetak secepat detakan detik dalam arlojiku. Aku tersenyum dan menggigit bibir diam-diam Namun kalimatnya yang terakhir membuat darah ini berhenti mengalir. Aku tau maksud pembicaraannya.
“Kita memang memiliki rasa yang sama.Tapi kita tak mungkin memiliki hubungan layaknya remaja lain. Aku yakin kau mengerti.” Bicaraku padanya. Aku tidak dapat memastikan diri. Perasaanku seolah terus mempermainkan kenyataan yang nampak didepanku saat ini.

Ah. Ini benar-benar gilaaa. Tapi tak ada salahnya aku terima.selama ini aku tak lagi diperhatikan kedua orangtuaku. Jadi tak salah kalau aku memulai kebahagiaanku yang baru dengan Lucky.

Hari-hari yang ku lalui semakin indah sejak bersamanya. Hampir setiap hari, disekolah maupun dirumah, lucky memberi ku kejutan yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya.  Mulai dari sms romantis,kado kecil sampai mengajakku ke tempat-tempat yang indah.namun itu dul. Sekarang Lucky juga sangat sibuk dengan band barunya, dan jarang memberiku kabar. Aku selalu hubungi lucky, aku hanya takut ia kenapa kenapa! Tapi dia tak merespon akan hal itu.. Pada awalnya aku mengerti dengan keadaannya, tapi lama kelamaan  aku sudah tidak bisa menahan kesabaranku ini. Biasanya lucky datang kerumahku malam malam tapi malam itu Lucky tak datang ke rumahku lagi. Aku masih tau dia pasti sangat sibuk dengan band barunya itu. Aku bingung ntah apa yang ingin harusku lakukan, segera ku cari sabu-sabu yang kusimpan minggu lalu. Sial! Aku lupa taruh dimana. Ku alihkan pandangan ke meja biru yang dulu selalu membantuku mengerjakan berbagai tugas sekolah. Aku menangkap sesuatu disana. Sebotol lem. Ya! Aku ragu akan hal itu, “apa mungkin aku melakukannya?” Bergegas aku buka tutupnya dan kuhirup dalam-dalam.


Dengan lambat, ku ambil cutter  yang sudah berkarat di tas sekolahku. Ku toreskan cutter berkarat itu ke pergelangan kiriku. Darah merah dan segar mengalir sambil menebarkan aroma lem yang ku hirup tadi. Ku hirup kembali aroma yang ada di darahku. Berkali-kali aku melakukan hal yang sama. Sesuatu di luar kendaliku terjadi. Cutter itu memutuskan nadi pergelangan kiriku. Darah bersih dan segar mengalir cepat dengan sangat deras tanpa bisa ku hentikan. Aku bingung harus bagaimana! Tuhan..


Akankan ajal itu akan datang padaku malam ini? Tidak.Tidak boleh sekarang. Aku masih ingin bertemu dengan mama dan papa walau aku membenci mereka.
Saat itu aku memikirkan Lucky? Kemana ia pergi? Kemana? Ia tak ngasih kabar sama sekali! Dan aku memikirkan papa. Orang yang selalu mengajarkan aku dan mama untuk shalat tepat waktu. Bahkan ia tak segan-segan mencubit pipiku kalau aku melanggar perintahnya. Dan kini aku tak lagi menjalankan aturannya. Tuhan.. Apa yang akan ia lakukan jika tau anaknya tak seperti dulu?

Diriku lemah, tak ada tenaga yang tersisa. Namun aku masih sempat memikirkan seorang mama dalam benakku. Dia sangat berharap agar kelak aku menjadi seorang dokter sepertinya. Tapi bagaimana kalau dia tau aku sekarang seorang pecandu narkoba? Dan mengorbankan waktu belajarku untuk bermain-main dengan benda haram itu? Kata kata macam apa yang akan keluar dari mulutnya jika ia tau aku seperti ini? Papa.. Mamah.. maafkan anakmu! Oh tuhan.. Aku menyesal! Sangat menyesal!

Mataku mulai berkunang. Darah merah yang sangat segar dari pergelanganku terus mengalir dengan deras. Kali ini aku ingin mengirim permohonan kecil kepada tuhan sebelum mulutku benar-benar terkunci, sebelum nafasku tak lagi teratur.  untuk mengatakan permohonan ini. ku lepaskan permohonan kecil yang sangat menyesakkan itu.
“Tuhan Aku menyesal, bolehkah aku dilahirkan kembali?”

Sejak detik itu, aku tidak tahu harus bagaimana karna  tak ada yang memperdulikan ku. Sejak saat itu aku tahu bagaimana rasanya mengalami kegagalan. Sejak saat itu aku tahu yang namanya kecewa. Aku mengingat kembali saat mama mengatakan aku nanti harus menjadi Dokter. Aku gagal dalam segala hal. Detik itu yang ada di hatiku hanya iri dan dengki. Entahlah di mana akal sehatku. Tuhan tolong aku! Pah, mah, aku butuh kalian untuk menemani hari hariku ini, aku tak bisa hidup tanpa kalian. Aku hanya sendiri disini. Aku rindu padamu..